Penjenjangan atau Pengelompokan SIM C dan Seni Berkendara Motor

“Minggir Anjing……..!!!” sebuah hardikan keras seorang supir truk di Dekat kawasan tempat saya bekerja. Kebetulan saya sendiri Posisi di depan dari Truck tersebut. Seperti biasa Pagi Hari di sebuah perempatan pada jam berangkat kerja akan Terjadi kemacetan karena volume kendaraan para pekerja yang membludak.

ilustrasi dari google
ilustrasi dari google

Pak Supir ini menghardik karena sebelumnya saya perhatikan sudah cukup sabar Setelah melewati perempatan yang ada Traffic light untuk menghindari pemotor yang mengambil jalur truck tersebut dari arah berlawanan. sampai pada suatu titik Saat jalur berlawanan arah truck tersebut Sedang Lampu merah dan berhenti tidak sedikit motor yang mamaksa jalan mengambil jalur truk tersebut, sehingga Pak Sopir kagok karena hampir adu kambing dengan pemotor. 

Sepertinya memang Hal seperti ini sudah umum dan di anggap lumrah karena banyak temannya. Dalam berkendara srubat-srubut. Padahal kalau saya pribadi berpikir berkendara juga merupakan sebuah seni. Adakalanya Narik, Ngendor, ngerem dan cari Posisi Safety Riding. Yang saya perhatikan mayoritas biker atau pengendara di sekitar domisili saya dimana ada celah akan dilibas tanpa memperdulikan itu jalur orang lain atau mengambil hak orang lain. (Apa beda dengan koruptor….?).

Penjenjangan SIM

Mungkin dengan kejadian sehari-hari mayoritas pengendara seperti ini akan terjadi korelasi yang bagus dengan rencana penjenjangan atau pengelompokan SIM C. SIM C dengan dibagi menjadi tiga, yaitu C sebagai dasar untuk mengendarai motor berkapasitas maksimal 250 cc, C1 buat di atas 250 cc, dan C2 di atas 500 cc. mungkin opini pribadi saya akan lebih baik lagi jika mulai dari 50 cc, 125cc dan 250cc ke atas seperti yang diterapkan di Luar NEgeri sana. Selain memperbaiki Skill berkendara juga memperbaiki Etika ketika di jalan.

Yahhh You Know Lah dalam pembuatan SIM, di Sini sering loh liat mbak-mbak yang naik motornya lebih nekad dibanding mas-mas :mrgreen: Penting bisa muntir gas dan mencet Rem sudah wass..wusss di jalan raya.. Yang ada kemudian yang Waras akan minggir dan mending jaga jarak 😆

Oh iya kelanjutan dari cerita paragra di atas saya cuma menyahutin.. “tabrak aja pak.. kalau ga mau minggir….” dibalas dengan tatapan dari sang biker 😀

 


Share This:

Related Posts

Got Something To Say:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*